Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Kriminal
Jumat, 12 Juli 2013

Penipu Berkedok Bisa Gandakan Uang Divonis Penjara



PALU – Terdakwa Ridwan (23), pelaku penipuan berkedok bisa menggadakan uang, akhirnya divonis penjara satu tahun dan enam bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Palu. Dalam vonis majelis hakim yang diketuai R Yoes SH, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan.
Vonis majelis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arviany SH, jaksa pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu. Sebab, sebelumnya JPU Arviany SH menuntut terdakwa selama dua tahun penjara. Namun, pertimbangan majelis hakim berdasarkan fakta persidangan dan permintaan keringanan dari terdakwa hakim memutuskan pidana lebih ringan dari tuntutan.
“Berdasarkan fakta dipersidangan yakni dengan mendengarkan keterangan saksi dan alat bukti lainnya, terdakwa, maka majelis berpendapat unsure pidana melanggar hukum telah terpenuhi. Bahwa atas perbuatan tersebut terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana penipuan,” ujar Yoes dalam putusannya.
Barang bukti dalam perkara ini yakni satu buah kotak kayu yang terbungkus kain kuning, yang digunakan terdakwa melakukan aksinya,  dirampas untuk dimusnahkan.
Diketahui sebelumnya, terdakwa melakukan praktek penipuan dengan iming-iming bisa menggandakan uang kepada korban melalui cara ritual. Beberapa warga yang percaya akhirnya berani menyetorkan uangnya, berharap bisa mendapatkan untung yang berlipat. Uang-uang warga yang terkumpul mencapai Rp7,7 juta. Pelaku kemudian meminta uang tersebut disimpan kepadanya dan dimasukkan dalam kotak kayu. Menurut pelaku, bisa berlipat ganda setelah beberapa hari kemudian.
Namun, yang didapat tinggal kotak kosong. Sedangkan pelaku melarikan diri bersama uang para korban. Akan tetapi, Ridwan akhirnya berhasil diamankan warga di wilayah kebun kopi 26 Maret. Selanjutnya, warga membawanya ke Polsek Palu Utara, untuk diproses hukum. Tersangka dijerat pasal 378 jo pasal 64 ayat 1 KUHP tentang penipuan. (iwn)
 
Edisi Radar Sulteng
  • Selasa, 30 September 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.