Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Sulteng
Jumat, 5 Juli 2013

Dihadiri 75 Pengusaha, Minati Rotan dan Rumput Laut

Temu Usaha BPPMD Sulteng dengan BPMD Jawa Tengah

PALU- Temu usaha kerjasama pengembangan di bidang penanaman modal antara Provinsi Sulteng dengan Provinsi Jawa Tengah berlangsung di Semarang 3 Juli lalu di Hotel Siliwangi, Semarang. Kegiatan itu dihadiri Kepala Badan Promosi dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Sulteng Dr H Suaib Djafar MSi Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jateng Ir Yuni Astuti MA, pengurus Kadin Jateng, serta 75 pengusaha skala besar dan UMKM di daerah itu.
Kepala BPPMD Sulteng Suaib Djafar mengatakan, temu usaha itu bertujuan koordinasi dalam implementasi kebijakan dan program pengembangan investasi antar daerah dan sekaligus memfasilitasi pengembangan kerjasama antar pelaku usaha di Jawa Tengah dan Sulawesi Tengah.‘’Pada acara itu juga dilakukan penandatangan naskah kesepakatan kerjasama antara BPPMD Sulteng dengan BPPMD Jawa Tengah tentang kerjasama pengelolaan penanaman modal antar daerah.
‘’Substansi pokok dalam kesepakatan kerjasama tersebut meliputiperencanaan penanaman modal,promosi dan kerjasama penanaman modal, pelayanan perizinan penanaman modal, pengendalian dan pengembangan penanaman modal, serta kegiatan-kegiatan lainnya yang terkait dengan bidang penanaman modal,’’ jelas Suaib, kemarin (4/7).
Dalam temu usaha itu Suaib Djafar memaparkan potensi yang dimiliki Sulawesi Tengah serta peluang kerjasama antar pelaku usaha di Sulteng dengan pengusaha di Jawa Tengah. Suaib mengatakan para pengusaha di Jateng memberi respons dan berminat terhadap potensi yang dimiliki Sulteng. Para pengusaha ini bekerja sama di bidang pengadaan baku rotan, rumput lautdan cokelat, serta kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM)terhadap pelaku usaha di Sulteng, serta memfasilitasi outlet produk-produk makanan olahan dari Jateng.
Suaib mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulteng dan seluruh jajarannya memberikan dukungan bagi kalangan dunia usaha yang ingin masuk menanamkan modalnya di Sulteng. ‘’Kemudahan pelayanan perizinan sempat ditanyakan oleh pengusaha. Dia berharap pada tahun ini sudah ada peraturan daerah tentang pemberian insentif bagi investor, sehingga menjadi daya tarik investor masuk di Sulteng,’’ katanya.
Menanggapi keiginan para pengusaha, Suaib menekankan tidak hanya pada penyediaan produk, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. Misalnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha batik, tenun, serta industri kreatif dari logam. ‘’Kami menginginkan yang lebih diutamakan produk warna lokal Sulteng,’’ kata Suaib.
Suaib mengatakan, tindak lanjut dari temu usaha itu, dalam waktu dekat pihaknya melakukan kunjungan kerja ke perusahaan PMA/PMDN di Jawa Tengah dalam rangka uji kesetaraan pengendalian dan pengembangan investasi.(sya)
Edisi Radar Sulteng
  • Sabtu, 30 Agustus 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.