Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Sulteng
Sabtu, 22 Desember 2012

Transmigran Sulteng Bertambah

*Kemarin Tempati Lahan Baru di Empat Kabupaten, Hari Ini Datang Lagi 25 KK dari Jatim

PALU - Program transmigrasi di Sulawesi Tengah terus berjalan. Di akhir tahun ini, jajaran transmigrasi di Provinsi Sulteng kembali mendatangkan ratusan transmigran baru asal Pulau Jawa. Pagi kemarin (21/12), sebanyak 100 KK atau sekitar empat 400 jiwa resmi diberangkatkan menuju lahan transmigrasi di UPT Tinauka SP2 di Kabupaten Donggala.
Kepala Bidang Permukiman Transmigrasi, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi Sulawsesi Tengah, Ir Basir Tanase, mengungkapkan penempatan lahan transmigrasi baru di Tinauka ini merupakan program tahun 2012 dengan kapasitas lahannya terdiri dari 200 KK. Jumlah 200 KK ini terbagi dari Transmigran Penduduk Asal  (TPA) dan Transmigran Penduduk Setempat (TPS). "Untuk Tinauka ini 200 KK, dibagi 100 KK untuk TPA dan 100 KK untuk TPS," jelas Basir.
Selain transmigran Tinauka, rombongan transmigran beberapa provinsi dari Pulau Jawa tersebut, juga ikut menyertakan anggota transmigran yang akan ditempatkan di wilayah Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol. Terinci, untuk UPT Lampasio di Kabupaten Tolitoli, jumlah transmigrannya terdiri atas 50 KK. Jumlah tersebut akan menempati lahan di UPT Lampasio bersama 50 KK lainnya yang berstatus TPS.
Sementara untuk UPT Poongan dan UPT Mopu, akan ditempati masing-masing sebanyak 95 KK baik TPA maupun TPS. "Perinciannya  di Lampasio TPA berjumlah 50 KK TPS pun 50 KK, sementara di Poongan 50 TPA dan 45 TPS," tambahnya.
Ratusan transmigran kali ini, berasal dari sekitar lima provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, termasuk Banten dan Jogjakarta. Transmigran Jawa Barat rata-rata berasal dari Kabupaten Sukabumi, Kabupatan Bandung, dan Kabupaten Bandung Selatan. Provinsi Jawa Tengah seluruhnya berasal dari Temanggung, sementara Jawa Timur merupakan campuran transmigran asal Kabupaten Probolinggo, Ponorogo, dan Banyuwangi.
Para transmigran, kata Basir, tiba di Pelabuhan Pantoloan sekitar pukul 20.00 Wita Kamis (20/12) malam lalu dengan menumpang salah satu kapal milik Pelni. Setibanya di Pantoloan, mereka pun diinapkan untuk sementara di Asrama Transito Pantoloan milik milik pemerintah untuk menunggu pemberangkatan menuju lokasi di Tinauka pada pagi harinya.
“Mereka diberangkatkan dengan menggunakan 37 rental, 5 bus, dan 5 truk pengangkut barang, ditambah mobil patrol pengawalan, juga tetap didampingi oleh petugas pengantar dari daerah masing-masing, sedangkan rombongan transmigran yang akan ke Tolitoli dan Buol sudah langsung ikut dengan kapal yang mereka tumpangi dan kabarnya sudah tiba dan siap menuju lokasi,” katanya.
Di saat yang bersamaan kemarin, pemerintah juga menerima 50 KK transmigran asal Provinsi Bali dan Provinsi Jawa Barat yang menempati UPT Buleleng di Kabupaten Morowali. “Tapi mereka tidak lewat Pantoloan lagi, langsung di Pelabuhan Kolonodale,” tandas Basir.
Sementara itu, hari ini Pemerintah Provinsi Sulteng kembali dijadwalkan menerima transmigran baru yakni sebanyak 25 KK asal Provinsi Jawa Timur atau sekitar 100 jiwa, untuk menempati UPT Padanuloyo di Kabupaten Tojo Unauna yang merupakan luncuran program tahun 2011.
Selama tahun 2012, rencana penempatan transmigrasi di Provinsi Sulawesi Tengah seluruhnya berjumlah 970 Kepala Keluarga (KK), yang yang tersebar di delapan kabupaten yakni UPT Tinauka Kabupaten Donggala SP2 200 kk, UPT Lembantongoa SP2 100 KK,  Kabupaten Poso garkim dan garkim Talabosa 165 KK, UPT Buleleng SP2 140 KK, Padauloyo kabupaten Touna 25 KK, UPT Lampasio SP3 Kabupaten Tolitoli 100 KK, UPT Mopu SP.2 dan Poongan SP2 Kabupaten Buol 190 KK, dan UPT Ongka Kabupaten Parimo sebesar 50 KK. (nhr)
 
Edisi Radar Sulteng
  • Kamis, 24 April 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.