Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Sulteng
Sabtu, 3 November 2012

Sulteng Ternyata Memang Aman

*Pengamanan Sesuai SOP Nasional

JPI-A 2012 BERAKHIR: Wagub H Sudarto memukul gong menandai berakhirnya Jambore Pemuda Indonesia-ASEAN (JPI-A) Tahun 2012 di bukit Jabbal Nur, kemarin (2/11). Foto lain H Sudarto menyerahkan kenang-kenangan kepada peserta dari Papua.FOTO-FOTO AWAL
PALU- Sesuai dengan keingin pemerintah Sulawesi Tengah, pelaksanaan jambore nasional salah satu ajang pembuktian, bahwa Sulteng memang aman. Meskipun di beberapa tempat terjadi insiden teror oleh segelintir orang yang tak bertanggung jawab.
Hal ini juga dirasakan dan diungkapkan Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Alfitra Salam, dalam sambutan penutupan Jambore Pemuda Indonesia-ASEAN, Jumat (2/11), di lokasi eks STQ Jabal Nur Palu. Menurut Alfitra, dari pelaksanaan pengamanan benar-benar dilakukan dengan baik. ‘’Ternyata, Sulawesi Tengah ini benar-benar memang aman,’’ujar Deputi.
Begitu ketatnya pengamanan diakuinya telah dijalankan pemerintah daerah melalui aparat keamanan. Hal itu, kata dia merupakan bagian dari prosedur yang memang harus dilaksanakan. ’’Ini berarti pengamanan telah dilaksanakan sesuai dengan SOP (standar operasional) nasional,’’ ungkapnya.
Rasa terima kasihnya juga disampaikannya kepada Pemerinta Daerah Sulawesi Tengah, selaku tuan rumah dengan segala kemampuannya memberikan yang terbaik, sehigga Jambore Pemuda Indonesia-ASEAN bisa tereselenggara dengan baik. Bahkan, menurut dia, jambore pemuda kali ini merupakan berkah, karena jambore yang mestinya dilaksanakan di tenda-tenda, bisa dilaksanakan di anjungan-anjungan.
‘’Memang baru pertama kali jambore dilakukan di anjungan,yang seharusnya di tenda-tennda. Untuk angkatan tahun ini mendapat berkah, karena bisa melaksanakan jambore di anjungan. Nanti pelaksanaan jambore di tahun depan, di Kalimantan Timur, kita tidak akan lagi menjumpai seperti ini. Karena jambore jangan dilihat dari fasilitas, namun lebih pada upaya membangun karakter pemuda,’’ tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur H Sudarto SH MHum, mewakili gubernur sekaligus selaku ketua panitia dalam sambutannya berharap, momentum ini bisa membentuk pemuda/pemudi yang memiliki jati diri dan semangat kepeloporan terhadap bangsa. Serta memiliki jiwa solidaritas yang tinggi terhadap sesama dan tetap memperkuat kebersamaan di dalam membangun bangsa yang damai, dan tentram, di tengah masyarakat Indonesia pada khususnya dan ASEAN pada umumnya.
‘’Sebagai tuan rumah, tentu kami berharap adanya peningkatan dan perubahan bagi generasi muda. Perubahan itu adalah, dimana para pemuda 33 provinsi se Indonesia serta pemuda ASEAN, bisa saling mengenal. Hal ini menjadi penting karena kebersamaan adalah sebuah kekauatan di dalam menghadapi beragam kesulitan dan permasalahan pemuda saat ini,’’ kata Sudarto.
Selaku ketua panitia, Wagub Sudarto mengatakan, dari pantauannya setiap hari pelaksanaan jambore khsusus, pada pementasan budaya masing-masing daerah, sangat meriah dan mengundang minat masyarakat. ’’Saya melihat dari pementasan beberapa malam ini, saya melihat pertunjukan Papua dan Papua Barat adalah yang paling meriah. Ini menunjukkan keberagaman Indonesia, dan kita bisa  bersaing positif melalui seni dan budaya,’’ puji wagub.(awl)
Edisi Radar Sulteng
  • Jumat, 18 April 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.