Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Sulteng
Kamis, 1 November 2012

Tahun 2012, Target 93.290 KB Baru

*BKKBN Sulteng Optimistis Target Bisa Tercapai

PALU– Target pengguna alat kontrasepsi bagi peserta KB baru di Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2012, dipastikan bisa dicapai. Berdasarkan data dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah, tercatat sampai dengan bulan September tahun ini, total jumlah capaiannya telah bercokol pada angka 83.734 peserta. Angka ini, dinilai sangat signifikan bahkan nyaris menembus target pencapaian tahun 2012 yakni sebanyak 93.290 peserta.
Budiman Jaya, staf data dan informasi pada Kantor BKKBN Sulteng , menyebutkan angka tersebut sekaligus mengindikasikan pencapaian target peserta KB baru di tahun 2012. Mengingat, akumulatif data setiap bulannya meningkat rata-rata 10 persen. “Sementara kita masih punya 3 bulan lagi sampai akhir 2012, jadi berdasarkan perkiraan itu, ini bisa dicapai,” katanya.
Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, kata Budi, jumlah peserta KB baru memang terus meningkat. Tercatat, bulan Juni capaiannya sampai pada angka 55.833 peserta, bulan Juli merangkak naik pada angka 65.724 peserta, dan sampai dengan Agustus tercatat telah ada sekita 74.069 peserta KB baru.
Jumlah total capaian sampai dengan September tersebut, diperoleh dari pelaporan berkala daerah. Terinci, jumlah data peserta KB baru terbanyak berada di Kabupaten Parigi Mautong dengan jumlah 11.137 peserta, disusul Kota Palu dengan 4.481, Kabupaten Banggai 4.100, Kabupaten Toli-Toli  3.362, Kabupaten Morowali 2.965, Kabupaten Donggala 2.261, Kabupaten Sigi 2.128, Kabupaten Poso 2.036, disusul Kabupaten Buol sebesar 1.820, Kabupaten Tojo Una-una 1.491, dan Kabupaten Banggai Kepulauan dengan 1.427.
“Saat ini proses pendataan sudah melalui sistem online, namun untuk Sulteng masih lima wilayah yang menggunakan data itu, enam lainnya masih manual dengan mengirim surat, namun tahun depan diupayakan semuanya sudah melalui sistem online,” tukas Budiman.
Berdasarkan penggunaan alat kontrasepsi, dari data ditunjukan bahwa penggunaan suntik masih mendominasi pilihan peserta KB baru sepanjang tahun ini, dengan pilihan sebanyak 34.434 pengguna. Pilihan kedua terbanyak pil, dengan jumlah 29.541 pengguna. Kemudian kondom 7.864, implant sebanyak 6.152, IUD atau spiral sebanyak  4.917, disusul tubektomi sebanyak 635, dan vasektomi 191 pengguna.
Dari data ini terlihat jumlah pilihan penggunaan alat kontrasepsi dengan vasektomi cenderung rendah. Seperti halnya data pengguna KB baru untuk wilayah Kota Palu yang hanya berjumlah 91 orang untuk pengguna KB baru dan 28 orang untuk pengguna KB aktif.
Terpisah, Juradea Kepala Sub Bagian informasi data Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kota Palu kemarin ( 31/30) mengungkapkan,   kurangnya minat vasektomi diakibatkan kurangnya informasi yang diterima masyarakat  khususnya laki laki, ketidaktahuan, termasuk keterbatasan alat kontrasepsi tersebut.
Pihaknya selama ini, sudah sering melakukan sosialisasi pada tiap-tiap kelurahan. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak memahami pentingnya vasektomi “Masih kurang tanggapan dari masyarakat “katanya.
Salah satu kriteria wajib dari penggunaan vasektomi  ini, adalah pria yang sudah memiliki anak lebih dari tiga orang. Selain pihaknya berharap agar masyarakat berminat melakukan vasektomi, segera melaporkan diri.  “Melapor ke BKKBN Provinsi agar dibuatkan surat pengantar ke kami,” pungkas Juraedah.(nhr/cr9)
 
Edisi Radar Sulteng
  • Senin, 21 April 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.