Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Sulteng
Kamis, 2 Agustus 2012

PT Ina Touna Mining Kembali Beraktivitas



TOUNA - Terhitung sejak Sabtu (28/7) lalu, perusahaan tambang PT Ina Touna Mining yang mengelola bijih besi di wilayah Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Unauna (Touna) kembali melakukan aktifitasnya. Perusahaan itu sempat diberi teguran lisan moratorium pada bulan Februari lalu karena belum menyelesaikan kewajiban perusahaan, baik terhadap pemerintah maupun kepada masyarakat.
“PT Ina kembali beroperasi pada Sabtu tanggal 28 Juli 2012,” tutur Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Touna, Mahmud Lahay kepada Radar Sulteng di ruang kerjanya, Senin (30/7).
Aktifitas penambangan kembali berjalan setelah pihak perusahaan menyelesaikan seluruh kewajibannya, seperti penyelesaianpembayaran ganti rugi lahan milik warga, menyelesaikan pembayaran landreng, jaminan reklamasi (jamrek) dan retribusi galian C. PT Ina Touna Mining telah menyelesaikan kewajibannya ke pemerintah medio Maret 2012.
Demikian halnya dengan pembayaran royalti pengapalan perdana bijih besi November 2011 lalu telah diselesaikan. Sedang pembayaran royalti pengapalan bijih besi tahap dua kata Mahmud, juga telah diselesaikan. Kini, pihaknya aku dia, tinggal menunggu bukti setoran royalti pengapalan tahap dua yang kini tengah diproses.
Dalam kesempatan tersebut, Mut - sapaan akrab adik kandung Wakil Ketua II DPRD Touna, Muhamad Lahay ini menyebutkan, unsur pimpinan di Kecamatan Tojo, tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri telah menggelar pertemuan di hari yang sama PT Ina Touna Mining kembali beraktifitas. Pertemuan itu menghasilkan beberapa kesepakatan yang dituangkan dalam berita acara.
Ada empat poin yang tertuang dalam kesepakatan itu yaitu, perusahaan dapat memberikan community development (comdev) atau pengembangan masyarakat, perusahaan dapat menyelesaikan lahan-lahan yang terkena dampak eksploitasi yang berbatasan langsung berdasarkan keputusan manajemen perusahaan, perusahaan akan mendatangan direktur perusahaan yang baru untuk berdialog langsung dengan unsur tripika Kecamatan Tojo dan masyarakat pada Agustus bulan depan. Terakhir, perusahaan dapat melakukan aktifitas produksi mulai Sabtu tanggal 28 Juli 2012.
Lebih lanjut ia mengatakan, 24 hektar yang diklaim oleh 27 pemilik yang masuk areal penambangan belum bisa dibuktikan siapa pemiliknya. Luasan yang diklaim berdasarkan SKPT (Surat Keterangan Pemilik Tanah) belum terkena areal penambangan, tapi areal tersebut masuk wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Ina Touna Mining perusahaan yang berkantor pusat di Menara Raya Lt. 28 Jalan Rasuna Said Kav. 1-2 Blok x5, Jakarta 12950. “Dalam lokasi tambang tidak ada lagi punya masyarakat 5 hektar di Uekuli, kecuali di luar dari itu,” katanya.
Pemerintah menilai, pihak perusahaan masih memiliki itikad baik melakukan kegiatan penambangan di Touna. Buktinya, setelah diberi teguran lisan moratorium penambangan, pihak perusahaan telah menyelesaikan seluruh kewajibannya.
Bukti lainnya kata dia, pihak perusahaan telah menyurati Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Touna meminta untuk mengukur lahan milik warga yang memiliki potensi bijih besi dieksploitasi perusahaan. (sut)
 
 
Edisi Radar Sulteng
  • Minggu, 21 Desember 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.