Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Daerah
Jumat, 21 Juni 2013

Logistik Pemilukada Parimo Diamankan



PARIMO - Logistik Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Parimo yang baru tiba di Parigi dari Makassar langsung dibongkar dan diamankan di gudang penyimpanan logistik kantor KPUD Parimo, Kamis (20/6) sekitar pukul 11.00 wita kemarin. Pembongkaran logistik dari dua truk tersebut disaksikan oleh Kapolres Parimo, AKBP Novia Jaya, SH, Ketua KPUD Parimo, Rizal, SSos, pihak Panwaslu Parimo,
Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara RI (LPPNRI) Parimo selaku pemantau Pemilukada dan para wartawan.
Logistik yang dibongkar dan diamankan tersebut terdiri dari surat suara, bantal coblos, sampul, tanda pengenal, piagam/sertifikat penyelenggara, Daftar Pasangan Calon (DPC), kartu pemilih, sejumlah formulir beserta kelengkapan Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan KPPS. Logistik Pemilukada tersebut diangkut dengan dua unit truk menempuh perjalanan dua hari dua malam dengan pengawalan anggota Polres Parimo dan Polda Sulteng.
Kapolres Parimo, AKBP Novia Jaya mengatakan, setelah pembongkaran logistik tersebut, selanjutnya mulai Jumat (21/6) hari ini akan dimulakan proses penyortiran dan penghitungan kembali surat suara yang juga melibatkan anggota kepolisian dan staf KPUD Parimo.
“Hari ini (kemarin,red) kita hanya menyaksikan proses pembongkaran dari truk. Selanjutnya mulai besok (hari ini) baru akan dilakukan penyortiran dan penghitungan kembali surat suara. Silahkan teman-teman wartawan saksikan, semuanya dilakukan secara transparan,” ujar Novia Jaya.
Untuk pengamanan gudang penyimpanan logistik dan selama proses penyortiran, Novia Jaya mengatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah personel anggota Polres Parimo untuk melakukan pengamanan termasuk melakukan penjagaan dan patroli di sekitar gudang penyimpanan sesuai prosedur tetap (protap) yang berlaku.
 Disamping pengamanan oleh pihak kepolisian, pihak KPUD Parimo juga menyiapkan tiga gembok (kunci pengaman) di pintu gudang penyimpanan. Ketiga kunci gembok tersebut masing-masing dipegang oleh pihak KPUD, Panwaslu dan Polres Parimo, sehingga pintu gudang penyimpangan tersebut tidak akan bisa dibuka bila salah satu pemegang kunci tidak hadir.(aji)
Edisi Radar Sulteng
  • Jumat, 24 Oktober 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.