Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Daerah
Kamis, 7 Juni 2012

Kandidat Harus Siapkan Rp6,5 Miliar, Diluar untuk Partai Pengusung

Jelang Pelaksanaan Pemilukada Parimo Tahun 2013

Pelaksanaan Pemilukada Kabupaten Parimo akan dilaksanakan sekitar Agustus 2013 mendatang. Namun beberapa calon yang hendak maju dalam Pemilukada mulai bermunculan yang dibuktikan menjamurnya baliho kandidat. Untuk maju pada Pemilukada, dana yang dibutuhkan cukup besar.
 
Aslan Laeho, PARIMO
 
SEJAK beberapa bulan terakhir perang baliho dengan berbagai ukuran dari para kandidat calon Bupati Parimo mulai menjamur di wilayah Kabupaten Parimo mulai dari ibukota kabupaten, kecamatan hingga ke pelosok desa. Selain baliho, ada juga spanduk termasuk didalam spanduk nama warung bergambar calon kandidat. Padahal pembuatan baliho merupakan salah satu item yang cukup menguras dana bagi calon Bupati. Berdasarkan penelusuran Radar Sulteng, harga selembar baliho ukuran sedang (3x4 meter) rata-rata Rp150 ribu. Jumlah desa/kelurahan di Kabupaten Parimo pada pelaksanaan Pemilukada diperkirakan sebanyak 250 desa/kelurahan (termasuk puluhan desa pemekaran yang sedang dibahas oleh DPRD Parimo saat ini). Jika rata-rata setiap desa dipasang dua buah baliho, maka baliho yang dibutuhkan oleh masing-masing kandidat adalah sebanyak 500 buah ditambah 23 baliho untuk 23 ibukota kecamatan, sehingga jumlah baliho untuk desa dan kecamatan sebanyak 523 buah.
Setiap posko tim sukses juga wajib dipasang baliho, sehingga untuk posko desa/kelurahan dibutuhkan 250 baliho ditambah posko kecamatan 23 baliho dan Posko kabupaten satu baliho, yang biasanya berukuran besar. Dengan demikian, jumlah total baliho dibutuhkan adalah sebanyak 797 buah dikalikan Rp150 ribu, maka dana yang dibutuhkan khusus baliho mencapai Rp119.550.000.
Anggaran lain yang juga akan menguras kantong kandidat adalah pengadaan kaos bergambar kandidat. Harga selembar kaos yang paling murah saat ini adalah Rp7.000.  Menurut Sekretaris KPUD Parimo, Mukmin Muharram, jumlah pemilih pada Pemilukada Parimo mendatang diperkirakan sebanyak 297.075 orang. Jika kandidat hendak mengadaan kaos minimal 150 ribu lembar dikalikan Rp7.000, maka khusus kaos saja dibutuhkan dana Rp1.050.000.000 (satu miliar lima puluh juta rupiah). Kandidat juga biasanya mengadakan topi yang harga rata-ratanya diperkirakan Rp10 ribu perbuah dikalikan 150 ribu, maka dibutuhkan dana sebesar Rp1,5 miliar.
Untuk lebih memaksimalkan sosialisasi, kandidat juga biasanya mengadakan jaket untuk tim sukses. Sebuah jaket diperkirakan berharga Rp150 ribu dikalikan jumlah tim sukses yang diperkirakan sebanyak 1.000 orang, maka untuk jaket dibutuhkan dana Rp150 juta, sehingga untuk pengadaan kaos, topi, dan jaket dibutuhkan dana sebesar Rp2,7 miliar.
Setiap posko tim sukses juga membutuhkan dana operasional yang diperkirakan untuk Posko Kabupaten Rp10 juta, Posko Kecamatan Rp5 juta dikalikan 23 kecamatan sama dengan Rp115 juta dan Posko Desa rata-rata Rp2,5 juta dikalikan 250 desa/kelurahan Rp625 juta, sehingga total dana yang dibutuhkan untuk operasional posko adalah sebesar Rp750 juta.
Pada pada hari H Pemilukada setiap kandidat membutuhkan saksi yang bertugas di TPS. Menurut Sekretaris KPUD Parimo, Mukmin Muharram jumlah TPS pada Pemilukada mendatang dipekirakan sebanyak 897 TPS. Jika setiap kandidat membutuhkan dua orang saksi pada setiap TPS (satu saksi resmi dan satu saksi bayangan) maka jumlah saksi yang dibutuhkan sebanyak 1.794 orang. Jika saksi dibayar Rp200 ribu perorang maka dana yang dibutuhkan untuk saksi di TPS adalah sebesar Rp358.800.000.
Biaya yang juga akan menguras kantong kandidat adalah kegiatan deklarasi kandidat dan pelaksanaan kampanye. Untuk kegiatan deklarasi diperkirakan akan menelan dana Rp100 juta dan pelaksanaan kampanye rata-rata Rp50 juta, termasuk didalamnya untuk sewa panggung, sound sistem, mobilisasi massa sewa artis dan biaya. Setiap kandidat diperkirakan akan melaksanakan kampanye sebanyak 23 kali (satu kecamatan satu kali kampanye) maka khusus untuk kampanye dibutuhkan dana Rp1.150.000.000 ditambah kegiatan deklarasi Rp10 juta maka total dana yang dibutuhkan untuk deklarasi dan kampanye Rp1.160.000.000 (satu miliar seratus enam puluh juta rupiah).
Menjelang pelaksanaan Pemilukada, biasanya juga dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meminta bantuan sosial kepada kandidat, diantaranya untuk bantuan pembangunan rumah ibadah, pembangunan fasilitas umum seperti lapangan olahraga, kegiatan olahraga dan kesenian serta permintaan bantuan peralatan olahraga seperti bola volly, bola kaki, bola takraw, net dan seragam olahraga yang diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
Berdasarkan rincian diatas, maka jika kandidat menginginkan hasil maksimal pada Pemilukada mendatang, maka dana yang harus disiapkan sebesar Rp6,5 miliar lebih. Jumlah tersebut belum termasuk untuk dana bagi partai pengusung yang jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah hingga miliaran rupiah.(*)
 
Edisi Radar Sulteng
  • Sabtu, 23 Agustus 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.