Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Politika
Selasa, 25 Juni 2013

KPU Sulteng Siap Digugat

Terkait Pencoretan Caleg Tiga Parpol

PALU-   Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng siap digugat terkait putusan yang mencoret  caleg Partai Golkar Dapil Palu Selatan , Caleg PAN serta  Caleg   PPP semuanya dari  Dapil Sulteng V (Poso, Tojo Una Una, Morowali).
Ketua KPU Sahran Raden mengatakan KPU memberi ruang kepada tiga Parpol tersebut untuk menggugat keputusan KPU tersebut. “Kami siap untuk digugat jika Partai yang calegnya dicoret mengajukan keberatan,” kata Sahran Raden.
Kata Sahran pencoretan caleg dilakukan karena tiga Partai tersebut dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam penempatan nomor urut caleg perempuan. Seharusnya kata dia penyusunan caleg perempuan harus mengikuti PKPU Nomor 7 tahun 2013.
Pihaknya juga sebelumnya sudah menyurati partai politik yang bermasalah penempatan nomor urut Bacaleg perempuan, hasil surat tersebut berdasarkan hasil pleno KPU Provinsi. “Hasil pleno ke empat partai politik di TMS kan,”katanya.
Sahran mengatakan kemungkinan ada Partai   yang akan menghadapi persoalan yang sama dengan yang dialami Golkar, PAN dan PPP. “Yaitu Partai Hanura dari Dapil III Baolan Tolitoli,” katanya.
Dikatakan Sahran  kasus Partai Hanura dari Dapil Tiga tersebut saat ini sedang diproses. “Kemungkinan besar Partai tersebut bakal dinyatakan TMS. Sehingga calegnya bisa dicoret,” katanya.
Hingga kemarin Komisioner KPU Sulteng masih berada di Toli Toli untuk memproses kasus ini.
Sebelumnya Bacaleg PAN Dapil 5, Suprapto Dg Situru mengatakan dengan adanya surat masuk dari KPU Provinsi ke kantor PAN, mengatakan tidak ada jalan lain lagi untuk menyelamatkan dapil 5 kecuali layangkan gugatan sengketa pemilu ke Bawaslu. “Tidak jalan lain kecuali gugatan,”tuturnya.
Dirinya beranggapan  KPU Provinsi lalai dari tugas sebagai penyelenggara pemilu.  “Kami sudah ditetapkan sebagai DCS masa harus TMS lagi, inikan tidak adil,”kata Suprapto yang juga anggota DPRD Provinsi.
Setiap orang kata dia mempunyai hak politik hak konstutisional jadi pihaknya sangat keberatan  dengan keputusan KPU Provinsi. “Yang jelas kami sangat keberatan dan kecewa dengan adanya keputusan KPU Provinsi,”gerahnya.
Sementara salah satu caleg Partai Golkar Dapil Palu Selatan Ishak Cae memilih diam saat ditanya wartawan soal digugurkannya caleg Partai berlambang beringin dari dapil tersebut.
Sementara Pengurus Partai Golkar Kota Palu HM Sidik Ponulele yang dimintai tanggapannya juga menolak berkomentar. “Saya di Golkar itu adalah penasehat, sebaiknya masalah ini tanyakan kepada Ketua atau Sekretaris Partai Golkar,” katanya.(pay/zai)
Edisi Radar Sulteng
  • Minggu, 26 Oktober 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.