Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Politika
Rabu, 19 Juni 2013

Bawaslu Tunggu Kajian Panwaslu Kota Palu

Soal DCS Partai Golkar Palu Selatan

PALU – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulteng sudah berkoordinasi dengan KPU Sulteng terkait daftar caleg sementara (DCS) Partai Golkar Dapil III Palu Selatan-Tatanga yang diduga kuat  tidak sesuai peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 7 tahun 2013 .
Menurut Ketua Bawaslu Sulteng Ratna Dewi Petalolo dia telah memerintahkan Ketua Panwaslu Kota Palu untuk melakukan kajian terhadap kasus DCS Partai Golkar Palu Selatan ini. “Kami akan menunggu hasil kajian Panwaslu,” kata Ratna Dewi.
Dikatakan Ratna jika ada pelanggaran pihaknya akan  melakukan teguran pelanggaran. KPU Palu yang telah menetapkan DCS Partai Golkar Dapil III Palu Selatan-Tatanga juga akan mendapat teguran.
Ratna menandaskan dalam menangani masalah yang dialami caleg Partai Golkar, pihaknya tidak akan terpengaruh dengan opini apapun. “Siapapun bebas memberikan opini kepada Bawaslu terkait kasus ini,” katanya.
Belum ada penjelasan dari Ketua Panwaslu Kota Palu Darmiati SH terkait kasus ini. Sebelumnya  saat ditemui di acara Pelantikan Panwascam di Kantor Sekretariat Kota, Darmiati mengatakan masih akan meneliti daftar caleg Partai Golkar asal Palu Selatan itu.
Sementara itu sumber Koran ini menyebutkan sebenarnya saat pengumuman DCS, 11  caleg Partai Golkar dari Palu Selatan sudah harus dicoret karena penyusunan caleg Partai berlambang beringin tidak sesuai dengan PKPU nomor 7 tahun tahun 2013.
Namun di interternal Komisioner KPU Palu yang kini sudah demisioner, saat itu menafsirkan PKPU Nomor 7 tahun 2013 pasal 11 huruf c soal penempatan nomor urut calon legislatif hanya terkait komposisi penyusunan dan tidak berpengaruh terhadap komposisi perwakilan.
Bocoran yang diterima Koran menyatakan,  kalangan Anggota  KPU ini baru sadar bahwa ada yang keliru  setelah pengumuman DCS  dan bersamaan dengan itu KPU Pusat mencoret seluruh caleg Partai Hanura dari Dapil II Jawa Barat terkait nomor urut ini.
Informasi yang lain menyebutkan bahwa Komisioner KPU Palu sudah siap dengan risiko seburuk apapun atas keputusan tersebut.  Meski kata sumber itu  tidak ada kepentingan apapun dibalik keputusan menyatakan Caleg Partai Golkar Dapil III  memenuhi syarat sehingga  nama mereka masuk dalam DCS.
Apalagi kebetulan bersamaan dengan terungkapnya kasus ini Anggota KPU Palu sementara mengikuti seleksi calon Anggota KPU Palu Periode 2013-2018. “Mudah-mudahan Timsel calon Anggota KPU Palu tidak serta merta memutuskan komisioner KPU Palu itu  bersalah sehingga berdampak pada proses seleksi yang saat ini sedang diikuti  tapi timsel harus  berkoordinasi dulu dengan KPU provinsi,” katanya.
Anggota KPU Palu demisioner Zatriawati maupun Samsinar Z Moga  tidak menjawab saat dikonformasi Koran ini pada Senin lalu.(zai)
 
Edisi Radar Sulteng
  • Selasa, 21 Oktober 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.