Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Palu Kota Teluk
Jumat, 3 Januari 2014

Hujan, Dimana-mana Air Meluber ke Badan Jalan



PALU- Puluhan titik saluran drainase di Kota Palu dikeluhkan masyarakat, karena dianggap belum berfungsi maksimal, sehingga ketika turun hujan dipastikan air meluap hingga ke badan jalan. Setiap hujan, dimana-mana ditemukan air meluber ke badan jalan.
Warga Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Palu Selatan, Bambang (29), mengatakan, salah satu ruas jalan yang sering digenangi banjir yaitu jalan simpang empat traffic light Basuki Rahmat dan Jalan Abd Rahman Saleh (jalan menuju bandara Mutiara).
Menurut Bambang, drainase yang kurang berfungsi dengan baik, tidak mampu menampung debit air hujan. “Hampir setiap hujan deras, satu jam saja, perempatan lampu merah sudah banjir. Bukan hanya disini, hampir sebagian besar jalan di Kota Palu, banyak ditemukan genangan air hujan,” katanya kemarin (2/1).
Dia menjelaskan, luapan air tersebut berasal dari saluran darainase sehingga menyebabkan banjir hingga mencapai di atas mata kaki orang dewasa, atau sekitar 10 centimeter. “Kadang sampai masuk di rumah-rumah kalau hujannya deras, terus lama,” ujarnya.
Bambang mengharapkan pemerintah bisa memperbaiki sistem drainase yang dianggap kurang berfungsi, sehingga tidak menyebabkan banjirlagi. “Belum lagi banyak sampah-sampah. Kalau salurannya berfungsi, pasti tidak akan banjir. Apalagi sekarang ini, hujan deras terus,” kata dia.
Kondisi Palu yang demikian, membuat dia prihatin. Kota Palu sebagai ibukota Provinsi Sulteng masih saja dililit masalah luapan air hujan, jalan berlubang, sapi berkeliaran, sampah-sampah berhamburan di  sana-sini. Sistem penataan kota ibukota provinsi masih jauh dari harapan.
“Sedangkan wajah ibukotanya begini, bagaimana dengan kabupaten-kabupatennya. Jadi jangan heran, kalau kabupaten di Sulteng masih tertinggal. Kita berkaca saja pada Kota Palu, yang masih sangat memprihatinkan sistem penataan wajah kotanya,”kritiknya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Palu, Drs Sumardi, mengakui bahwa drainase di Kota Palu banyak dipenuhi sampah-sampah plastik. Apalagi selesai hujan pasti menyisahkan sampah-sampah baru yang bertaburan di jalan. “Siapa lagi yang akan membersihkan kalau bukan petugas kebersihan,” ucapnya.
Tidak hanya itu, tidak sedikit masyarakat Kota Palu yang seringkali menjadikan drainase sebagai tempat sampah. Salah satunya drainase dari Pasar Tradisional Manonda. “Dulu kan persoalan selalu banjir di Jalan Kamonji itu karena banyak pedagang yang membuang sampah di drainase,” beber Sumardi.
Terpisah, Kepala Seksi Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (PU ESDM) Kota Palu, Jono, mengakui hampir ada puluhan darinase di Kota Palu yang kurang berfungsi dengan baik. Akibatnya, beberapa ruas jalan mudah banjir. “Hujan satu sampai dua jam saja, jalan sudah banjir,” katanya kemarin (2/1).
Dia, menjelaskan penyebab kurang berfungsinya drainase bukan hanya karena umur drainase, tetapi seringkali masyarakat menjadikan drainase sebagai tempat sampah. “Rata-rata tinjaun kali dilapangan, tidak sedikit masyarakat yang menjadikan drainase sebagai tempat sampah,” tutur Jono.
Ia menambahkan, beberapa hal yang Dinas PU ESDM Kota Palu lakukan agar drainase bisa berfungsi dengan baik lagi. Selain pembersihan, seperti yang sudah dilakukan di beberapa jalan oleh Dinas PU ESDM Kota Palu, DKP, warga sekitar dan beberapa instansi terkait. Dinas PU ESDM Kota Palu melakukan perbaikan kembali seperti yang sudah dilakukan tahun 2013.
“Ada beberapa lokasi yang drainasennya sudah tidak berfungsi lagi, kami lakukan perbaikan kembali,” ucapnya.
Selain itu, Dinas PU ESDM Kota Palu juga membuat beberapa deker baru agar volume air limbah rumah tangga dan air hujan di drainase tidak meluap hingga di badan jalan. “Sekarang pembuatan drainase dan deker  sudah selesai, tinggal pembersihan saja dan sekarang sudah berfungsi dengan baik lagi,” terangnya.
Diharapkan, masyarakat Kota Palu menghilangkan kebiasaan membuang sampah di drainase yang dapat menyebabkan banjir. “Kita harus bertanggungjawab menjaga kebersihan lingkungan kita dan tidak lagi menjadikan drainse sebagai tempat pembuangan sampah, karena dampaknya ke semua orang,” pungkasnya. (lya)
Edisi Radar Sulteng
  • Jumat, 25 Juli 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.