Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Palu Kota Teluk
Sabtu, 19 Oktober 2013

Pedagang Diminta Masuk ke Dalam Area Pasar Inpres

Terkait Rencana Perbaikan Drainase di Jalan Cempedak

PALU–Kondisi Jalan Cempedak belakangan ini makin memprihatinkan karena luberan sampah drainase. Sedimen yang menutup drainase, ditambah dengan sampah yang menumpuk, menjadikan aliran air drainase naik ke badan jalan. Akibatnya, jalan tersebut menjadi becek dan terkadang ketika hujan, air sampai menggenangi badan jalan hingga setinggi betis. Ditambah lagi dengan kondisi jalan yang makin rusak karena termakan usia dan tergerus oleh air yang menggenangi jalan.
Atas kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (PU ESDM) Kota Palu mengambil inisiatif untuk memperbaiki drainase di jalan Cempedak. Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Seksi Pemeliharaan Bangunan Pelengkap Jalan Dinas PU ESDM, Djono Priandi ST.
“Jadi jalan keluarnya adalah dengan membongkar plet yang menutupi drainase untuk membersihkan sedimen dan sampah yang menymbat drainase,” ungkap Djono saat ditemui di ruangannya, Jumat (18/10).
Konsekuensi dari pengerjaan drainase tersebut mengharuskan semua pedagang yang jumlahnya mencapai 250 hingga 300 orang, harus direlokasi masuk ke dalam loksi Pasar Inpres Manonda. Ratusan pedagang tersebut kini masihberdagang di jalan sepanjang 300 meter tersebut.
Djono mengungkapkan keputusan relokasi tersebut diambil setelah Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar, Kasat Pol PP Kota Palu, Camat Palu Barat, serta sejumlah Lurah di sekitar pasar Inpres melakukan pertemuan. Hasilnya disepakati untuk merelokasi para pedagang tersebut mengingat lokasi pasar sudah bisa ditenpati pedagang.
“Kami juga sudah mengimbau kepada para pedagang untuk segera pindah. Bagi beberapa kios yang atapnya menjorok keluar juga kami minta untuk dibongkar, karena yang akan mengerjakan jalan itu nantinya adalah alat berat, takutnya nanti merusak atap mereka. Kalau mereka yang bongkar sendiri kan tidak akan dirusak,” tambah Djono.
Selain itu, Djono juga mengatakan sudah memasang 2 spanduk pada 2 sisi Jalan Cempedak. Spanduk tersebut berisikan informasi yang memuat permintaan maaf atas penutupan akses Jalan Cempedak dikarenakan pembongkaran drainase. Diberitahukan pula, penutupan jalan akan dilakukan 5 setelah Lebaran Haji alias mulai sekitar Minggu besok (20/10) atau Senin (21/10). Pemberitahuan tersebut  diharap bisa mengingatkan para pedagang untuk sedikit demi sedikit memindahkan barangnya.Djono juga mengatakan bahwa sudah seharusnya padagang yang selama ini berdagang di sejmlah ruas jalan yang ada di sekitar Pasar Inpres untuk bisa masuk ke dalam Pasar Inpres mengingat proses pembangunan pasar tersebut sudah rampung.
Sementara itu, hasil pantauan Radar Sulteng di Jalan Cempedak kemarin (18/10), terlihat sejumlah kios sudah dikosongkan meskipun bangunan kios yang berdiri di atas drainase belum dibongkar. Namun belum semua pedagang yang selama ini berdagang di sepanjang jalan itu sudah pindah. Sebahagian pedagang juga masih enggan untuk kembali kedalam pasar karena bagi mereka berjualan di pinggir jalan lebih efektif karena mudah ditemui pembeli.
Menanggapi hal itu, Djono mengaku bukan kewenangan pihaknya untuk meminta pedagang masuk ke dalam pasar. “Tapi kan bukan wewenang kita untuk memerintahkan mereka masuk ke dalam pasar. Itu wewenang Pol PP dengan UPTD Pasar. Padahal kalau mau dipikir, kalau mereka mau masuk kedalam, kan nantinya akan jadi lebih rapi, jalan juga menjadi luas dan besih. Kalau memang losnya tidak cukup, kan sebagian pedagang bisa pindah ke pasar Tavanjuka yang hingga kini terlihat masiuh kosong,” lanjut Djono.
Djono mengaku sudah pernah membicarakan hal itu dengan UPTD Pasar Inpres Manonda untuk meminta agar menggiring pedagang masuk ke area pasar. Namun, menurutnya, pihak UPTD Pasar beralasan bahwa mereka belum menggiring para pedagang masuk ke dalam pasar karena belum adanya instruksi dari Walikota.(dnj)
Edisi Radar Sulteng
  • Senin, 24 November 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.