Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Nusantara
Kamis, 27 Desember 2012

Bagian dari Strategi Pemutuan, Sekaligus Diagnosa Masalah

Diskusi Khusus dengan Kakanwil Kemenag Sulteng tentang Pemetaan Guru

PEKANlalu, ratusan guru yang ada di Kabupaten Poso, Parimo dan Kota Palu, mengikuti ujian pemetaan. Ujian tersebut, merupakan rangkaian dari program Pemutuan Kompetensi Guru (PKG), yang dilaksanakan Kemenag Sulteng. Seperti apa PKG, dan apa pesan filosofinya, berikut petikan wawancara khusus dengan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Sulteng, DR H Mohsen MM.
 
Belum lama ini, guru di lingkungan Kemenag Sulteng ikut ujian pemutuan. Apa maksudnya?
Bukan ujian pemutuan, tapi ujian pemetaan. Ujian tersebut, merupakan realisasi dari program yang saya canangkan, yakni Pemutuan Kompetensi Guru (selanjutnya akan disingkat PKG, red).
 
Apa itu PKG?
PKG ini, adalah salah satu dari beberapa program unggulan kita di bidang pendidikan. Program ini, khusus untuk tenaga pendidik dan Kependidikan yang ada di lingkungan Kemenag Sulteng. Melalui PKG ini, kita coba untuk melakukan pemetaan, seperti apa kondisi kompetensi guru-guru yang ada di lingkungan Kemenag. PKG ini, sebenarnya seperti diagnosa, untuk mencari tahu seperti apa kondisi guru-guru kita.
 
Setelah itu?
Setelah kita mendiagnosa, dan mengetahui kondisi serta kompetensi guru-guru kita, lalu kemudian kita akan merumuskan kebijakan sesuai dengan hasil pemetaan yang dilakukan tersebut. Dari pemetaan ini, kita akan lebih mudah menganalisis dan mengidentifikasi, permasalahan apa yang sebenarnya terjadi. Termasuk kita akan bisa mengetahui, seperti apa kemampuan kompetensi guru-guru kita. Kalau ada yang kurang, segera kita lakukan pembenahan. Kalau kompetensinya sudah memenuhi standar, kita lakukan pembinaan.
 
Dalam melaksanakan PKG, apakah kerjasama dengan pihak lain?
Tentu saja. Untuk menjaga hasil ujian yang objektif, kita kerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulteng. Semua proses ujian, dilakukan oleh LPMP, lalu hasilnya diberikan ke kami. Dari hasil itulah, Kemenag Sulteng diharapkan akan mendapatkan gambaran, seperti apa kompetensi dan kemampuan guru yang ada di lingkungan Kemenag Sulteng. Uji kompetensi guru digunakan sebagai pemetaan untuk peningkatan kemampuan dan perbaikan kualitas pendidikan. Tidak ada hubungannya dengan tunjangan profesi yang telah diterima para guru.
 
Tujuan PKG?
Sudah seperti yang saya ungkapkan dari awal wawancara tadi, bahwa dengan pemetaan ini, kita bisa terlihat kelemahan guru-guru kita selama ini. Bagaimana bisa meningkatkan kualitas, kalau petanya saja tidak tahu. Kalau lemah pada kompetensi di bidang IT, segera kita ikutkan guru tersebut dalam pelatihan IT. Kalau lemah dalam hal penyusunan bahan ajar, segera diikutkan workshop. Demikian pula masalah lainnya. Kita berikan solusi, sesuai dengan masalah yang dihadapinya.
 
Kenapa tidak dilakukan di seluruh Sulteng?
Insya Allah akan dilaksanakan di seluruh Sulteng. Hanya saja, karena anggaran yang belum mencukupi, sehingga baru dilaksanakan di tiga daerah, yakni Kabupaten Poso, Parimo dan Kota Palu. Kebetulan di tiga daerah ini, ada madrasah unggulan. Kalau Palu ada Madrasah Aliyah unggulan, Poso Madrasah Tsanawiyah unggulan dan Parimo, Madrasah Ibtidaiyah unggulan. Tapi kita targetkan, seluruh kabupaten se-Sulteng juga akan dilaksanakan PKG. Sebab sudah sejak lama, saya tekankan agar setiap kabupaten harus ada sekolah unggulannya.(hanif)
Edisi Radar Sulteng
  • Kamis, 18 Desember 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.