Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Utama
Selasa, 3 September 2013

Kantor BKD Sulteng Dipadati Warga

**Cari Kejelasan Informasi Penerimaan CPNS Formasi Umum

CEK FORMASI: Sejumlah warga mendatangi kantor BKD Sulteng untuk mencek informasi penerimaan CPNS, kemarin (2/9).RONY SANDHI
PALU – Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulteng, Senin (2/9) dipadati sejumlah warga untuk mencari informasi kejelasan penerimaan CPNS jalur umum.
Pantauan Radar Sulteng di kantor BKD Sulteng Jalan Sam Ratulangi, Kecamatan Mantikulore, sejak pagi secara bergantian warga keluar masuk halaman kantor BKD. Puluhan orang tampak berkumpul di sebuah tembok yang terdapat pengumuman informasi CPNS.
Dalam tulisan di kertas kecil yang ditempel di tembok pintu samping kantor BKD, tertulis pemberitahuan bahwa pengumuman/penerimaan seleksi CPNS formasi umum Provinsi Sulawesi Tengah masih sementara menunggu penetapan dari Kemenpan dan RB.
Kertas pengumuman itu selain ditempel di tembok samping, juga ditempel di pintu sebuah ruangan dekat dengan pintu samping kantor BKD.
Amir, salah seorang warga yang ikut mengecek informasi penerimaan CPNS menuturkan, ia dan temannya datang untuk memastikan informasi dan syarat penerimaan CPNS jalur umum. Karena menurutnya, ia mendapatkan informasi yang simpang siur.  
“Ada yang bilang, katanya sudah ada formasi dan persyaratannya di BKD. Ternyata belum ada dan BKD juga masih menunggu dari informasi Menpan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Nila yang juga mengaku mau mengecek informasi penerimaan CPNS umum, mendapatkan informasi simpang siur dari sejumlah teman-temannya yang menyatakan bahwa BKD sudah mengumumkan formasi, syarat untuk memasukan berkas untuk bisa mengikuti ujian CPNS umum.
“Yang saya baca di koran, informasinya memang ada rencana penerimaan CPNS umum se Indonesia. Dan untuk Sulteng hanya provinsi dan Kabupaten Touna. Makanya saya cek, ternyata belum ada juga. Hanya pengumuman saja yang ada dan belum ada penerimaan, menunggu dari Kemenpan,” tukasnya.
Sementara warga lainnya, yang tidak puas hanya dengan membaca pengumuman masuk ke dalam dan menanyakan langsung kepada sejumlah staf di BKD Sulteng. Setelah mendapat penjelasan dari staf, beberapa warga yang didominasi wanita tampak merasa puas. Setelah itu, barulah mereka meninggalkan kantor BKD.
Sementara simpang siur soal kapan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013 terjawab sudah. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Drs Amjad Lawasa MM ditemui di sela-sela kegiatannya kemarin (2/9) memastikan bahwa seleksi CPNS Sulteng akan dilaksanakan serempak dengan pelaksanaan nasional sebagaimana ketentuannya.
Ia mengakui saat ini seluruh proses penerimaan CPNS tahun 2013 di lingkup pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sudah dimulai, khususnya dalam hal kesiapan pemerintah daerah. “ Tanggal pastinya, 3 November testingnya akan dilaksanakan,”singkat Sekprov.
Meski berbagai hal teknis dinyatakan telah disiapkan, hingga kemarin pemerintah daerah masih belum bisa mengumumkan formasi jabatan apa saja yang akan diterima di tahun ini. Sekprov mengaku pihaknya masih sedang menunggu data formasi dari Kemen PAN-RB meski dari sisi jumlah dipastikannya tidak akan berubah sebagaimana yang telah disetujui sebelumnya yakni 78 orang.
“Mungkin tadi (kemarin.red) sudah berangkat, staf yang pergi ambil formasinya,  lalu kita akan umumkan, yah dalam waktu dekat, Insya allah tetap kita akan umumkan,” katanya.
Selain itu, Sekprov juga menegaskan bahwa kemungkinan besar Sulteng pada rekrutmen CPNS tahun ini belum akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) melainkan masih akan menggunakan LJK atau Lembar Kerja Komputer sebagaimana yang dilakukan pada rekrutmen sebelum-sebelumnya.
Satu kemungkinan lagi adalah soal pelaksanaan yang akan diserempakan dengan seleksi honorer K2. Namun  tentu ini akan diatur dengan mekanisme tersendiri.  Terkait hal ini, juga mendapat sedikit penjelasan dari Sekretaris BKD Sulteng Drs H Suhyar Mahmud. Selain ikut membenarkan jadwal pelaksanaan testing pada 3 November mendatang, Suhyar mengatakan bahwa kemungkinan besar dipastikan honorer K2 juga akan dites pada hari yang sama. “Tapi jelas tempatnya akan terpisah, akan diatur nanti mekanismenya,” ungkapnya.
Sebagai instansi yang menangani langsung teknis pelaksanaan penerimaan CPNS di daerah, ia mengaku belum bisa memberikan informasi yang detail mengenai pelaksaan nanti. Karena sebagaimana apa disampaikan oleh Sekprov , pihaknya memang masih menunggu data formasi resmi dari KemenPAN RB yang diperkirakan akan diperebutkan oleh ribuan pelamar tersebut. Namun dipastikan, pihaknya tidak akan menutup-nutupi tentang formasi tersebut. Malah sebaliknya, masyarakat akan diperkenankan untuk mengakses informasi soal pos-pos formasi dan jabatan apa saja yang tahun ini berpeluang bagi pelamar. Ini kata Suhyar sebagaimana telah menjadi ketentuan yang diwajibkan oleh Kemenpan RB kepada aparaturnya di daerah.
Sebelumnya, pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengusulkan sebanyak 280 jumlah formasi berdasarkan kebutuhan daerah. Formasi tenaga kesehatan, BKD mengusulkan 152 orang di antaranya S1 dokter umum sebanyak 7 orang, S1 dokter gigi 2 orang, D3 perawat 10 orang, D3 keperawatan 40 orang, bidan/D3 kebidanan, juga formasi asisten apoteker. Sementara untuk tenaga teknis ada beberapa posisi yang memang masih menjadi kebutuhan di berbagai bidang; dokter hewan, nutrisian makanan ternak, sanitarian, pranata laporan keuangan, instruktur tambang, penerjemah bahasa Inggris dan Jepang, kearsipan, pranata komputer, pranata humas, pengawas jalan dan jembatan, pengendali ekosistem hutan, juga instruktur berbagai bidang tehnik.
Sementara itu, sebagaimana yang telah dilansir sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) telah membagikan formasi CPNS baru periode 2013. Tidak hanya itu, Kemen PAN-RB juga mengeluarkan aturan agar setiap instansi segera mengumumkan formasi lowongan itu kepada masyarakat umum. 
Imbauan itu sebagaimana disampaikan langsung oleh  Kepala Biro Hukum dan Humas (Karo Hukmas) Imanuddin. Dia menyebutkan, banyak media yang bisa dipakai untuk mengumumkan lowongan formasi CPNS 2013. Mulai media cetak daerah setempat, website resmi, hingga pengumuman tempelan biasa, tetapi dipasang di kantor desa, kelurahan, hingga kecamatan. Pengumuman tersebut, sebagaimana ditegaskannya setidaknya berisi  jenis jabatan yang dibutuhkan, jumlahnya, lokasi penempatan, dan kualifikasi minimalnya. Menurut dia, pengumuman formasi atau lowongan CPNS merupakan upaya transparansi dalam penerimaan calon aparatur baru. ”Masyarakat bisa mengetahui posisi pekerjaan apa yang sesuai dengan ijazahnya,” kata dia sebagaimana dilansir sebelumnya. Misalnya yang dibutuhkan sarjana ekonomi, tentu saja pelamar yang boleh mengikuti rangkaian ujian ju ga lulusan S-1  ekonomi.
Ditambahkannya lagi, seleksi CPNS tetap dijalankan secara bersih, objektif, dan jujur. Dia menegaskan, pendaftaran CPNS baru tahun ini tidak dipungut biaya. Keputusan ini untuk mewujudkan upaya nyata reformasi birokrasi, khususnya di bidang SDM aparatur. Diharapkan melalui cara-cara yang bersih dapat kembali menumbuhkan kepercayaan publik terhadap PNS, imbuhnya.
Tahun ini pemerintah merekrut CPNS melalui lima jalur. Yakni, jalur pelamar umum, honorer kategori 2, formasi khusus untuk dokter, seleksi untuk tenaga ahli tertentu yang tidak ada di lingkungan PNS, dan seleksi calon siswa ikatan dinas. Untuk pelamar umum dan honorer kategori 2 (TH2), dilakukan seleksi melalui tes kompetensi dasar (TKD) dan tes kompetensi bidang (TKB). Pelaksanaan tes untuk TH2 dengan sistem lembar jawaban komputer (LJK), sedangkan bagi pelamar umum dengan sistem kombinasi, LJK dan computer  assisted test  (CAT).
Untuk Sulawesi Tengah, Kemen PAN-RB hanya menyetujui dua usulan, yakni provinsi Sulteng dan Kabupaten Touna. Kota Palu sendiri, sebagai salah satu pemerintahan yang usulannya ditolak pun, oleh BKD setempat telah mengatakan bahwa penolakan usulan oleh Kemen PAN-RB berdasarkan beberapa pertimbangan, yakni jumlah tenaga honorer kategori dua (K2) yang ada saat ini sudah cukup besar sehingga diharapkan pengusulan CPNS bisa mengakomodir tenaga honorer K2 yang ada. Alasan lainnya, karena beban belanja pegawai sudah diatas 50 persen dari APBD. (ron/nhr)
Edisi Radar Sulteng
  • Selasa, 23 September 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.