Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Utama
Kamis, 29 Agustus 2013

Mantan Direktur Politeknik Palu Ditahan Jaksa

Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Pemkot

DITAHAN : Tersangka Nirwan Sahiri ditahan Kejaksaan Negeri Palu terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah Pemkot Palu. Untuk mempermudah penyidikan tersangka dititip ke  Rutan Klas IIA  Palu menggunakan mobil tahanan Pidsus.AWAL
PALU - Mantan Direktur Politeknik Palu, DR Ir Nirwan Sahiri MP ditahan Kejaksaan Negeri Palu, kemarin (28/8). Tersangka diduga terlibat kasus penyalahgunaan dana hibah pemerintah kota (Pemkot) Palu tahun 2010-2012. Usai menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Pidana khusus Kejari Palu, tersangka Nirwan langsung ditahan dan digiring menuju  Rutan Klas II A Palu.
Kepala kejaksaan Negeri Palu, Asnawi SH, melalui Kasi Pidsus Kejari Palu, Alham SH, mengatakan tersangka ditahan berdasarkan surat perintah penahanan Kepala Kejaksaan Negeri Palu nomor: Print - 2169/R.2.10/Fd.1/08/2013.
"Pertimbangan penahanan agar mempercepat proses penyidikan," ujar Alham. Ditingkat penyidikan ini lanjut Alham tersangka ditahan selama 20 hari pertama masa penahanan terhitung sejak 28 Agustus 2013 sampai dengan 16 September 2013.
‘’Selanjutnya penahananya akan diperpanjang jika proses penyidikannya belum rampung,’’ kata Alham.
Dikatakan Alham, sebelum dilakukan penahanan tersangka terlebih dahulu menjalani pemeriksaan di kantor Kejari Palu sebagai tersangka sejak 09.00 wita. Tepat pukul  15.30 pemeriksaan tersangka selesai dan langsung digiring menuju Rumah tahanan (Rutan) Klas IIA Palu. Dalam pemeriksaan kemarin, tersangka didampingi Zulfikar SH, selaku penasehat hukumnya.
Ditanya adanya permohonan penangguhan penahanan oleh tersangka, diakui Alham telah menerima surat permohonan tahanan kota melalui penasehat hukumnya. Namun permohonan tersangka belum direspon karena masih akan dipertimbangkan.
‘’Tersangka memang melalui pengacaranya telah mengajukan permohonan agar kliennya dilakukan penahanan kota. Tapi kami masih pertimbangkan,’’ jelas Alham.
Senada dengan itu, penasehat hukum tersangka, Zulfikar SH, yang ditemui usai penahanan tersangka mengaku, telah mengajukan permohonan penahanan kepada pihak penyidik kejaksaan. Namun permohonan tersebut belum mendapat tanggapan dari pihak Kejari karena baru diajukan.
Jika nantinya kejaksaan menolak permohonan, apakah akan melakukan upaya pengajuan saat di Pengadilan? Zulfikar mengaku belum berpikir ke arah sana. Karena ia menilai proses di kejaksaan masih ada beberapa tahapan lagi. Ia berharap pihak kejaksaan akan mengabulkan permohonan kliennya dengan pertimbangan bahwa kliennya masih dibutuhkan tenaganya yang berstatus sebagai Dosen Perguruan Tinggi.
"Saya belum berpikir terlalu jauh ke arah sana. Karena di sini (Kejaksaan) prosesnya masih panjang, masih ada kemungkinan peluang untuk mengajukan upaya pengalihan,"jelasnya.
"Itu akan kami upayakan karena mengingat status  klien saya adalah salah satu dosen. Tenaga dan pikirannya masih sangat dibutuhkan,"sambung Zulfikar
Lebih lanjut Aspidsus mengatakan, dalam kasus ini tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain. Akan dilihat dari perkembangan penyidikan lebih  lanjut dalam proses penyidikan.
Perlu diketahui dalam kasus ini tersangka diduga telah menyalahgunakan dana hibah pada tiga tahun anggaran. ‘’Diduga telah terjadi penggunaan dana dengan laporan pertanggung jawaban fiktif dalam penggunaan dana hibah 2010, 2011 dan 2012,’’jelas Alham.
Dijelaskan, pada tahun anggaran 2010 dikucurkan dana hibah kepada Politeknik sebesar Rp850 juta, tahun 2011 sebesar Rp 900 juta dan 2012 sebesar Rp1,1 miliar. Total dana hibah di tiga tahap tahun anggaran sebesar Rp2,9 miliar.  Sementara berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian Negara oleh BPKP, kerugian yang diduga disebabkan perbuatan tersangka sebesar Rp550 juta.
Dari pengakuan tersangka dalam pemeriksaan kata Kasi Pidsus, sebagian dana digunakan untuk penyelenggaraan road race. Tidak dijelaskan lebih detil tentang penyelengaraan road race oleh tersangka. Sementara sebagian digunakan tersangka melalui kasbon.
‘’Kalau menurut dia (tersangka,red) kasbonnya sudah dikembalikan. Tapi berdasarkan keterangan bendahara belum ada dia kembalikan. Yang pasti kerugian penggunaan uang  secara keseluruhanya mencapai Rp550 juta,’’ terang Alham.
Sejumlah barang bukti yang diamankan dari tersangka, berupa surat-surat dan dokumen lainnya. Sementara barang bukti berupa uang dan aset menurut Alham tidak ada.(awl)
Edisi Radar Sulteng
  • Senin, 21 April 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.