Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Utama
Rabu, 7 Agustus 2013

Wabup Parimo Tutup Usia

**Meninggal di Rumah Sakit Budi Lestari, Bekasi

JEMPUT JENAZAH : Setibanya di Bandar Udara Mutiara Palu, jenazah Kemal Natsir Toana dimasukan ke mobil ambulance disaksikan keluarga dan koleganya untuk dibawa ke rumah duka.AWAL
PALU – Masyarakat Kabupaten Parimo berduka. Wakil Bupati Parimo, Drs Kemal Natsir Toana, tutup usia. Kemal dinyatakan meninggal pada Selasa (6/8) di Rumah Sakit Budi Lestari, Jalan KH Noer Alie nomor 2, Kalimalang, Bekasi, sekitar pukul 11.35 WIB.
Berdasarkan surat keterangan pemeriksaan yang dikeluarkan pihak rumah sakit, penyebab meninggal orang nomor dua di Kabupaten Parimo tersebut diakibatkan karena sakit.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Parimo, H Ekha Pontoh SH yang dikonfirmasi membenarkan bahwa Kemal Toana telah tutup usia di daerah Bekasi, Jawa Barat.  Ekha mengaku, sangat terpukul setelah mendapatkan kabar duka tersebut.
“Saya pertama-tama menerima berita ini dari kapolres melalui teleponnya. Jadi saya langsung menghubungi ibu Dery. Selanjutnya, ibu Dery langsung hubungkan saya dengan perwakilan dari Sulteng di sana untuk mengurus jenazah untuk diberangkatkan ke Kota Palu,” ujar Ekha ditemui di Rumah Jabatan (Rujab) Wabup di Kabupaten Parimo, Selasa kemarin.
Ia menjelaskan, jenazah almarhum diterbangkan menggunakan pesawat Lion Air dari Jakarta  menuju Kota Palu. Tadi malam jenazah almarhum tiba di Palu. Setelah tiba, jenazah langsung dibawa dan disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Boyaoge, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.
Sosok seorang Kemal Toana semasa hidupnya kata Ekha, sangat sederhana dan tegas serta dalam kepemimpinannya cukup disenangi baik di masyarakat maupun kepada para stafnya. “Saya sebagai pribadi, pejabat, kepala dinas turut berduka cita,” tuturnya.
Ekha menambahkan bahwa terakhir kali bertemu dengan almarhum sekitar tiga minggu lalu di ruang kerja almarhum. Mereka berdua terlibat perberbincangan santai.
Kemal sempat mengungkapkan bahwa ia (almarhum, red) akan berangkat chek up ke Jakarta. Sebagai bawahan, Ekha kemudian menyiapkan segala keperluan almarhum. “Hari itu terakhir saya bertemu dengan beliau. Seluruh staf dan pegawai cukup senang dengan gaya kepemimpinan beliau,” sambungnya.
Kepergian Kemal Toana menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat Parimo.  Pantauan koran ini, warga terus berdatangan di kediamannya di Jalan Ampera, Kelurahan Maesa, Kabupaten Parimo.
Salah seorang warga Kelurahan Loji, Fuad Ibram mengaku terpukul begitu mendengar kabar kepergian Kemal Toana. Di matanya sosok Kemal Toana begitu baik, mudah bersahabat serta lebih banyak menghabiskan waktunya dengan masyarakat tanpa pandang bulu. “Dia begitu mudah bersahabat, baik hati dan murah senyum. Saya sangat sedih dengan kepergian beliau,” ungkapnya.
Tidak hanya di kediamanya di Kelurahan Maesa, sejumlah warga juga tak henti berdatangan ke Rujab Wakil Bupati di Jalan Trans Sulawesi, Parimo. Selain warga sejumlah pejabat Pemda Parimo, dan beberapa anggota DPRD Parimo terlihat secara bergantian datang ke Rujab.
Kabag Humas Pemda Parimo, Jumardin Haraty SE yang ditemui di Rujab, mengaku kaget mendapatkan informasi bahwa Kemal telah tiada. Sosok almarhum dikenal cukup loyal dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Wabup Parimo. “Kami sangat kehilangan sosok pemimpin yang begitu baik dan loyal,” urainya.
Sekadar diketahui bahwa Kemal Toana meninggal diusia yang ke 53. Lelaki kelarihan Jakarta 14 Desember 1959 tersebut, meninggalkan seorang istri bernama Aslimah Kemal Toana dan tiga orang anak.
Jabatan pertama almarhum adalah Kepala Sub bagian Bina Pemerintahan kota pada Biro Bina Pemerintah Setwilda tingkat I Sulteng, 30 September 1989 sampai dengan 1993 di Kota Palu. Ia juga pernah menjabat sebagai Camat Torue, Kabupaten Parimo pada 11 Februari 2006 sampai dengan 13 Januari 2009.
Setelah itu, ia kembali menjabat sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Parimo. Tepat pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 ia menjabat sebagai Kadis Perhubungan dan Informatika Kabupaten Parimo. Tidak hanya itu, ia juga pernah menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Parimo 3 Januari 2012 sampai dengan 13 Maret 2012. Kemudian Kemal Toana terpilih menjadi Wabup Parimo dari tahun 2012 sampai dengan sekarang. (iwn)
Edisi Radar Sulteng
  • Rabu, 23 April 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.