Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Utama
Senin, 8 Juli 2013

Hari Ini, Ribuan Massa Demo KPUD Parimo

**KPUD Sulteng Diminta Ambil Alih

PARIMO – Hari ini (Senin, 8/7) sekitar tiga ribu massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Kabupaten Parimo, akan menduduki kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Parigi Moutong (Parimo).
Ribuan massa tersebut akan melakukan aksi demonstrasi terkait beberapa kejanggalan yang ditemukan dalam pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Parimo.
Koordinator aksi, Tony Latalara, yang dikonfirmasi Radar Sulteng mengatakan, ada beberapa point yang akan disampaikan dalam aksi tersebut. Diantaranya terkait dengan adanya temuan dugaan money politik, kejanggalan saat penetapan DPT, pengadaan surat suara dan kertas segel oleh KPUD Parimo, serta adanya indikasi kesengajaan dan keberpihakan penyelenggara Pemilukada.
“Kami akan mengingatkan pihak KPUD Parimo agar supaya tidak melakukan kecurangan, bertindak independen dan transparan,” ujarnya.
Tony menjelaskan, misalnya terkait dengan kertas segel. Ketika dikonfirmasi kepada pihak KPUD bahwa kertas segel tersebut telah sesuai dengan kebutuhan logistik. Akan tetapi, justru kertas segel banyak tercecer. Bahkan, pihaknya mendapati sekitar 37 kertas segel yang tercecer di sekitar KPUD. Ada yang ditemukan di halaman, teras dan tempat sampah. Padahal, sebenarnya hal tersbut tidak boleh terjadi.  Sebab, akan membuka peluang bagi orang untuk melakukan kecurangan.  
Sehingga untuk itu, kata Tony, aliansi ini akan menyatakan sikap dan menuntut agar supaya pihak KPUD Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk mengambil alih penyelanggaraan Pemilukada Parimo, dan harus mengusut tuntas kejanggalan dan indikasi pelanggaran lainnya. Juga harus transparan mengenai kejanggalan cetakan surat suara dan cetakan kertas segel yang terjadi dalam Pemilukada Parimo.
Selain itu, meminta KPUD Sulteng beserta Bawaslu atau Panwaslu Parimo harus segera menindaklanjuti pelanggaran dalam tahapan Pemilukada mulai dari proses awal sampai dengan proses pemungutan suara. Apabila KPUD Sulteng, Bawaslu, Panwaslu Parimo, tidak menindaklanjuti tuntutan tersebut apabila dikemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama, maka pihak KPUD Sulteng dan pihak lainnya harus bertanggung jawab.
“Sebenarnya massa aksi diperkirakan sekitar lima ribu orang. Akan tetapi setelah dilakukan rapat, kami membatasi massa aksi menjadi tiga ribuan orang,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Parimo AKBP Novia Jaya yang juga ditemui koran ini, membenarkan adanya demonstrasi tersebut. Karena sebelumnya sudah ada pemberitahuan yang disampaikan oleh pihak pendemo.
Untuk mengamankan aksi tersebut ada sekitar ratusan personel yang dipersiapkan mengawal aksi demonstrasi. Terdiri dari Dalmas, Brimob dan anggota TNI. Ia berharap agar supaya, para massa aksi dalam menyampaikan aspirasinya untuk tindak bertindak anarkis. Sehingga, keamanan dan kedamaian tetap terjaga di Kabupaten Parimo.
 
 
KLAIM 17.000 SURAT SUARA TIDAK SAH
Berdasarkan data, surat suara yang tidak sah dalam perhitungan sementara, sudah mencapai belasan ribu. Seperti data yang disajikan IDEC, konsultan politik pasangan TBKT, yang juga melakukan perhitungan suara.
Menurut mereka, total surat suara yang tidak sah sudah mencapai 17 ribu. “ Kalau dari hitungan sementara kami, surat suara yang tidak sah berkisar 17 ribu lebih,” ungkap Yusup, salah satu pihak Konsultan politik tim TBKT.
Dikatakan, dari total sementara surat suara yang tidak sah tersebut, tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan bertambah lagi. Pasalnya menurut Yusup, masih banyak yang belum tercover. “Surat suara yang tidak sah ini, masih akan bertambah. Pasalnya hingga saat ini masih sekitar 200 TPS yang belum memasukan data,” terangnya.
Sementara surat suara yang dinyatakan tidak sah, jika contrengannya mengenai dua pasangan kandidat. Namun saat perhitungan di TPS banyak surat suara yang contrengannya hanya mengenai satu kandidat, tapi tembusan hasil contrengan itu mengenai bagian lain di kertas surat suara. Hal itu dikarenakan beberapa masyarakat saat mencontreng, sepertinya tidak diarahkan untuk membuka keseluruhan kertas suara, baru menentukan pilihannya. Saat perhitungan di beberapa TPS dinyatakan coblosan seperti itu sah, namun ada juga yang menyatakan tidak sah.
Sementara sore kemarin, saat perhitungan suara masih terus dilakukan, tidak hanya ribuan massa dari pendukung Sabar yang melakukan konvoi. Ribuan pendukung TBKT pun turun di seputaran jalan di ibukota Parigi melakukan konvoi. Konvoi yang mereka lakukan sebagai bentuk ungkapan tetap setia mendukung dan mencintai TBKT.
Selain itu, konvoi yang dilakukan juga sebagai wujud bahwa di Kabupaten Parimo pasangan TBKT, tetap ada dan sangat berarti bagi Parimo dengan ribuan masyarakat yang terus mendukungnya. “ TBKT tetap ada bagi masyarakat Parimo. Kami tetap mendukung TBKT,” ungkap salah satu pendukung TBKT.
Kata mereka lagi, TBKT adalah pasangan yang memiliki jiwa petarung yang sejati dan selalu memegang teguh rasa profesional dan solidaritas. Olehnya mereka tetap semangat mendukung TBKT, meskipun di perolehan sementara TBKT berada di posisi ke II. “Kami melakukan ini biar massa dari kandidat lain tahu, bahwa TBKT masih ada,” jelas pendukung TBKT sembari meneriaki hidup TBKT. (iwn/cdy)
Edisi Radar Sulteng
  • Selasa, 21 Oktober 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.