Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Utama
Senin, 8 Juli 2013

BWS Sulawesi III Dukung Persiapan Jelang Hari Nusantara

Kerahkan Alat Berat Untuk Buat Lahan Penghijauan

BENTUK DUKUNGAN:   Ekskavator dan dum truck milik BWS Sulawesi III Provinsi Sulteng tengah beroperasi melakukan pengerukan dasar dan penimbunan Sempadan sungai sekaligus, di muara Sungai Palu. Pengerjaan rencananya akan berlangsung hingga beberapa hari mendatang hingga target pengerjaan tercapai.    NURSOIMA
PALU-Ketika Pemda Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) giat mempersiapkan pelaksanaan Hari Nusantara pada Desember mendatang, Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III  Provinsi Sulteng juga tidak tinggal diam. Instansi vertikal Kementerian PU RI Dirjen Sumber Daya Air tersebut turut mendukung dengan berpartisipasi mengerahkan alat berat untuk membuat tempat menanam pohon atau lahan penghijauan.
Kepala BWS Sulawesi III Provinsi Sulteng, Ir Sihyanto Prakoso Sp1 mengungkapkan pihaknya mengerahkan satu ekskavator dan satu dum truck miliknya, untuk membuat lahan tempat menanam mangrove di Sungai Palu. Pengerjaan meliputi pengerukan tanah dan penimbunan mulai dari muara hingga sempadan Sungai Palu.
Sihyanto merinci pengerjaan pembuatan lahan penghijauan dilakukan sepanjang 800 meter, lebar 21 meter dan tinggi 1,5 meter. Dengan begitu volume pengerjaan sebesar 25.300 meter kubik tanah. Untuk mempercepat pengerjaan, BWS Sulawesi III Provinsi Sulteng juga mendatangkan dua drum truck tambahan.
“Jadi selain membuat tempat untuk bibit mangrove ditanam dalam upaya penghijauan dan penyelamatan lingkungan di sepanjang sempadan Sungai Palu, kami turut melakukan normalisasi sungai dengan melakukan pengerukan endapan di dasar sungai,” ujar Sihyanto.  
Lebih lanjut Sihyanto mengungkapkan dukungan terhadap program penghijauan yang dilakukan oleh Pemda Sulteng sekaitan dengan pelaksanaan hari Nusantara, juga dilakukan pada Sungai Kawatuna. Di tempat ini akan ditanami pohon bambu di sepanjang sempadannya. Untuk itu BWS Sulawesi III Provinsi Sulteng mengambil peran sesuai dengan sumber daya yang dimiliki, yakni turut membuat lahan tempat penghijauan di sempadan sungai.
Khusus di Sungai Kawatuna tersebut, Sihyanto mengungkapkan pengerjaan meliputi pengerukan dasar sungai dan penimbunan Sempadan sungai sebagai tempat menanam bambu. Pengerjaan dilakukan sepanjang 400 meter, dengan lebar 4 meter dan tinggi 1 meter.  Sehingga volume pengerjaan mencapai 1.600 meter kubik tanah.  
Sementara itu, Minggu kemarin (7/7),  Pokja III TP-PKK Provinsi Sulteng yang dikomandoi oleh Dra Zalzumidah Djanggola SH CN bersama , melakukan penanaman bibit mangrove atau bakau di lokasi yang telah disiapkan oleh BWS Sulawesi III sebelumnya. Ada sekitar  75 bibit mangrove yang ditanami sebagai permulaan. Sebab nantinya total ada 750 bibit yang rencananya akan ditanami di sepanjang lahan yang dibuat oleh BWS Sungai III Provinsi Sulteng.
Dalam penanaman bibit mangrove tersebut juga melibatkan unsur lintas SKPD Provinsi Sulteng dan mahasiswa. Terkait dengan banyaknya pihak yang terlibat dalam program tersebut, Zalzulmidah dalam keterangannya kepada wartawan menyebutkan bahwa interkoneksitas memang perlu dibangun untuk mencapai tujuan bersama.
“Penghijauan ini ditujukan untuk memperlambat laju pemanasan global dan menyelamatkan bumi. Kalau kita hidup di Sulawesi Tengah, maka marilah kita bersama menyelamatkan Sulawesi Tengah ini,” tandasnya.(uq/adv)
Edisi Radar Sulteng
  • Kamis, 18 Desember 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.