Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Utama
Kamis, 4 Juli 2013

Tipikor Geledah Kantor Dispenda Sulteng

**Dugaan Korupsi Pajak Kendaraan, Negara Rugi Sekitar Rp1,2 M

DISITA: Dua penyidik Tipikor Polda Sulteng membawa satu unit printer dari kantor Dispenda Sulteng, Rabu (3/7). Kantor Dispenda digeladah Tipikor terkait dugaan korupsi pajak kendaraan bermotor.IWAN RUSMAN
PALU – Penyidik Tipikor Polda Sulteng, Rabu (3/7), melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pendapatan (Dispenda) Provinsi Sulteng yang terletak di Jalan Muh Yamin, Palu. Penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi pajak kendaraan bermotor yang sementara ditangani pihak Polda. Pantauan koran ini, penggeledahan berlangsung sekitar pukul 11.15 wita. Lima orang penyidik Tipikor Polda Sulteng dipimpin ketua tim penyidik Kompol Teddy D Salawaty, mendatangi kantor Dispenda menggunakan mobil Inova warna Silver bernomor polisi DD 440 IN. Kedatangan tim penyidik sempat mengagetkan sejumlah pegawai Dispenda. Usai mengisi buku tamu di kantor tersebut, tim penyidik langsung memasuki ruangan kepala dinas (Kadis). Kadispenda Sulteng, Muzakir Lamalangke, juga sempat kaget dengan kedatangan tim penyidik Tipikor Polda. Kadis dan penyidik terlibat perbincangan serius. Tidak berselang lama, penyidik langsung melakukan pemeriksaan sejumlah barang di ruangan kadis. Barang-barang yang diperiksa seperti komputer dan printer merk epson. Beberapa menit setelah melakukan pemeriksaan, penyidik memutuskan menyita lalu membawa barang-barang tersebut ke mobil menuju Mapolda Sulteng. Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng, AKBP Utoro Saputro yang dikonfimasi membenarkan penyitaan komputer dan beberapa unit printer, terkait kasus pajak kendaraan bermotor yang ditangani Polda. Utoro menyatakn sudah tiga orang ditetapkan sebagai tersangka sehubungan dengan kasus tersebut. Ketiganya semua pegawai Dispenda Sulteng. Masing-masing Gafur, Farhan dan Ajlan, yang bertugas di wilayah Bungku dan Kolonodale, Kabupaten Morowali. “Mereka bertiga sekarang ditahan di Polda Sulteng,” ujar Utoro. Selain itu kata Utoro, barang bukti lainnya yang telah disita penyidik antara lain dua unit sepeda motor bernomor polisi DN 2222 CQ dan DN 4444 GP, dan satu mobil bernomor polisi DN 8668 GA. Sepeda motor dan mobil tersebut diduga dibeli dari hasil korupsi. “Selanjutnya, kami masih terus melakukan penyidikan,” jelasnya. Ditanya apakah ada pejabat tinggi ikut terseret kasus tersebut ? Utoro Saputro mengaku untuk sementara belum ada. Sementara itu, ketua tim penyidik Kompol Teddy D Salawaty, kepada koran ini juga membenarkan penyitaan kemarin terkait kasus pajak kendaraan bermotor tahun 2012. Para tersangka menerima dana wajib pajak, tapi tidak disetorkan ke bendahara penerima. Akibatnya, menimbulkan kerugian keuangan negara. Berdasarkan perhitungan sementara, kerugian negara ditaksir hingga Rp1,2 miliar lebih. (iwn)
Edisi Radar Sulteng
  • Jumat, 31 Oktober 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.