Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Utama
Selasa, 25 Juni 2013

Populasi Sapi Sigi Meningkat 6,31 Persen

** Predikat Kualitas Terbaik Sesuai ST2013

 
DOK. DISTANAKAN SIGI
INI HASILNYA: Agus Lamarakate (tengah) bersama Kabid Peternakan Distanakan Sigi, Akib Ponulele (kanan) ditemani petugas IB di Kecamatan Sigi Biromaru, melihat dari dekat sapi hasil IB yang ada di Desa Kalukubula.


 
SIGI-Kemajuan bidang peternakan di Kabupaten Sigi sudah mulai terlihat. Sebut saja populasi sapinya. Sesuai hasil sensus pertanian tahun 2013 (ST2013), kurun dua tahun terakhir populasi sapi di Kabupaten Sigi dinyatakan meningkat sekitar 6,31 persen.
Data tahun 2011 menyebutkan, populasi sapi di Sigi kala itu masih sekitar 24.667 ekor. Setelah dilakukan ST2013 terjadi peningkatan menjadi 26.223 ekor atau naik 6,31 persen. Yang lebih menggembirakan lagi, peningkatan populasi itu dibarengi dengan predikat kualitas terbaik di Provinsi Sulawesi Tengah.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Kabupaten Sigi, H Agus Lamakarate, SP, MES, kepada koran ini kemarin (24/6). Apa yang disampaikan Agus juga diungkapkan Gubernur Sulteng Longki Djanggola dalam sambutannya saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT Sigi ke-5 Senin kemarin.
Menurut Agus, ada tiga faktor utama sehingga populasi sapi di Sigi mengalami peningkatan kurun dua tahun terakhir. Pertama, karena besarnya perhatian pihak provinsi kepada Kabupaten Sigi di bidang peternakan. Bantuan sapi dari provinsi kepada Sigi sudah cukup banyak selama dua tahun terakhir. Kedua, pelaksanaan Inseminator Buatan (IB) intens dilakukan di Sigi. Sapi betina yang tersebar di beberapa kecamatan di Sigi dilakukan kawin suntik. Bahkan untuk mendukung program IB, Distanakan Sigi menetapkan Desa Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, sebagai kampung IB. Dan yang ketiga, tenaga inseminator di Sigi terbanyak di Sulteng yakni sebanyak 34 orang.
“Keberhasilan Sigi tidak lepas dari tiga faktor tersebut. Ini menjadi kebanggaan sekaligus predikat yang harus kita pertahankan di tahun-tahun mendatang. Kita di Sigi akan mudah mencapai program nasional, swasembada daging di tahun 2014,”kata Agus.
Mantan Kepala BLH Sigi bertekad, akan terus mendorong peternak agar giat memperhatikan kualitas dan perkembangan sapi piaraannya. Mempercepat proses perkembangbiakannya dengan cara IB atau kawin suntik. “Supaya kualitas keturunan sapinya bagus, dihindarkan dari kawin sedarah atau yang disebut inbreeding. Kita upayakan bibit yang membuahi adalah bibit unggul. Ib massal jadi perhatian ”sambung Agus.
Tahun 2018 mendatang, target populasi sapi di Kabupaten Sigi sebanyak 100 ribu ekor. Demi tercapainya gerakan menuju 100 ribu sapi di Sigi, sejumlah upaya akan dilakukan.
“Tenaga IB Sigi sudah banyak yang dikirim pelatihan di Pulau Jawa. Sepulangnya dari pelatihan IB, ilmu dan skill yang dimiliki diharap ditularkan kepada peternak. Apalagi setelah Karawa Tandau di Sidondo akan diserahkan Pemkab Donggala ke Sigi sebagai tempat pengembangbiakan sapi secara besar-besaran, maka peluang menuju 100 ribu sapi akan mudah terealisasi. Insya Alah mewujudkan peternak sejahtera juga bisa tercapai, ”demikian Agus. (fri) 
Edisi Radar Sulteng
  • Kamis, 31 Juli 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.