Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Utama
Jumat, 9 November 2012

Jadi Penyokong bagi Kota Palu

**Wujudkan Produk Pertanian Sigi yang Berkualitas dan Sehat

 
BUKA  KEGIATAN: Kepala Distanakan Sigi, Agus Lamakarate (tengah) saat membuka kegiatan pertemuan dan pengembangan agroindustri daging di Sigi kemarin. Tampak  Minarni Gobel dari Fakultas Pertanian Untad Palu juga diundang pada kegiatan itu.FRITSAM
SIGI- Kabupaten Sigi bertekad menjadi daerah penyokong yang baik bagi Kota Palu, khususnya dalam hal pemenuhan bahan makanan di bidang pertanian. Selain itu sebagai konsekuensi dua daerah bertetangga, hal ini juga merupakan peluang yang mesti dimanfaatkan Pemkab Sigi terhadap keberadaan Kota Palu. Hubungan simbiosis mutualisme yang terbangun benar-benar saling melengkapi.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Kabupaten Sigi, H Agus Lamakarate, SP, MES, di hadapan peserta pertemuan kelompok dan pengembangan agroindustri daging tingkat kabupaten di Desa Mpanau Biromaru kemarin (8/11). Yang hadir pada kesempatan itu adalah kelompok peternak dan pihak terkait lainnya yang berasal dari beberapa kecamatan.
Agus Lamakarate didaulat membuka pertemuan yang digagas Distanakan Sigi selama dua hari tersebut. Selain dirinya, akademisi dari Fakultas Pertanian Untad Palu Hj Ir Minarni Gobel MSi dan Ketua Yayasan Lembaga Konseumen Indonesia (YLKI) Sulteng, Salman Hadianto, turut dihadirkan sebagai pembicara.
Menurut mantan Kepala BLH Sigi ini, peluang Sigi menjadi daerah penyokong bagi Kota Palu sangatlah besar. Terus meningkatnya geliat pembangunan seperti pusat-pusat perbelanjaan, hotel dan perumahan di Kota Palu, berimplikasi pada meningkatnya pula kebutuhan, tak terkecuali kebutuhan soal pangan. Sebab, orang yang datang ke Palu semakin bertambah, termasuk penduduk yang menetap juga kian bertambah.
“Di beberapa titik di Kota Palu pada jam-jam tertentu, bisa kita rasakan mulai terjadi macet. Ini pertanda, Kota Palu mulai banyak pendatang dan pertambahan penduduknya. Orang-orang yang bermigrasi ke Palu mencari kerja semakin banyak, seiring dengan geliat pembangunan di ibukota provinsi itu. Manfaatnya bagi kita di Sigi, stok kebutuhan tentunya ikut berbanding lurus terjadi peningkatan,”kata Agus di hadapan peserta pertemuan.
Hasil pertanian dari Sigi termasuk hasil peternakan dan perikanannya, akan menjadi pilihan utama sebagai pendukung bagi Kota Palu untuk memenuhi permintaan kebutuhan. Sebab, selama ini hal itu memang sudah terjadi. Tinggal yang perlu dilakukan Sigi ke depan kata Agus, bagaimana menciptakan produk pertanian, peternakan dan perikanan  yang berkualitas dan sehat. Sehingga, produk dari Sigi menjadi pilihan utama.
“Bukan rahasia umum lagi, kalau hasil hortikultura dari wilayah Sigi laku keras di pasar Masomba dan Manonda, Kota Palu. Begitupun beras, umbi-umbian dan lainnya, banyak disuplai dari Sigi. Yang ada sekarang inilah, kita tingkatkan lagi produktivitasnya dalam jumlah yang besar, fokus dan berkualitas,”kata Agus penuh semangat.
Olehnya itu, khususnya bagi para peternak di Sigi, ia sedikit prihatin dengan fenomena yang terjadi salama ini. Permohonan bantuan (proposal) yang masuk ke Distanakan Sigi, sifatnya masih pada permintaan bantuan ternak. Belum pada permintaan alat pengolah hasil peternakan.
Hal itu kata Agus, menjadi satu dari sekian fokus pertemuan pada kegiatan tersebut. Peternak akan dimotivasi bagaimana mengolah hasil peternakan sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi di pasaran. “Ketimbang dijual dalam bentuk bahan setengah jadi atau bahan mentah. Kalau kita jual dalam bentuk olahan produk, akan lebih besar untungnya,”ujarnya memberi perbandingan.
Konsentrasi pengembangan pembangunan di bidang pertanian diakuinya sangatlah besar. Visi antara Pemprov Sulteng dengan Pemkab Sigi cukup relevan di bidang ini. Pemprov ingin mensejajarkan diri dengan provinsi di kawasan timur pada tahun 2020, sedangkan Kabupaten Sigi ingin menjadi kabupaten terdepan. Bidang pertanian dalam arti yang luas, telah dijadikan Sigi sebagai salah satu pilar pembangunannya.
“Kalau ditarik benang merahnya, provinsi sangat memberi peluang dan akses bagi kita di Sigi dalam mengembangkan daerah kita. Visinya sejalan dan cukup relevan. Ke depan, tinggal bagaimana kita membangun komitmen demi mewujudkan pertanian jaya dan petani kaya di Sigi,”gugah pria yang sementara menyelesaikan pendidikan doktornya ini. (fri)
  
 
 
 
Edisi Radar Sulteng
  • Senin, 22 Desember 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.