Newsticker : Home | Guestbook | Arsip
Berita Rubrik Utama
Senin, 18 Juni 2012

Murid dan Guru SDN 15 Palu Keracunan



LEMAS: Murid SDN 15 Palu yang diduga keracunan nasi kuning, saat mendapat perawatan medis di UGD Rumah Sakit Undata Palu, Sabtu lalu (16/6).RONY SANDHIPALU – Keracunan makanan yang menimpa murid SD kembali terjadi. Kali ini, korbannya adalah puluhan murid dan beberapa guru di SDN 15 Palu. Kejadiannya pada Sabtu siang lalu (16/6) sekitar pukul 12.00 WITA.
Peristiwa keracunan itu terjadi saat sejumlah murid sedang mengikuti english camp di sekolah yang beralamat di Jalan Suprapto. Bertepatan dengan kegiatan tersebut, kebetulan hari itu ada salah seorang murid yang juga mengikuti english camp sedang berulang tahun. Sebagai bentuk rasa syukur, dibagikanlah makanan nasi kuning kepada sejumlah peserta english camp serta guru-guru siang itu.
Setelah acara makan nasi kuning selesai, tidak butuh waktu lama beberapa murid yang selesai mengonsumsi nasi kuning langsung mual dan bahkan muntah-muntah. Awalnya, beberapa guru hanya mengira beberapa murid yang mual hanya masuk angin. Tidak lama kemudian, jumlah murid yang mual dan muntah-muntah semakin bertambah dan bahkan mencapai puluhan orang.
Bahkan beberapa guru juga merasakan hal yang sama. Curiga keracunan dengan makanan yang baru saja dikonsumsi, kepala sekolah bersama guru-guru lainnya berinisiatif mengantar korban keracunan ke rumah sakit Undata untuk mendapat perawatan medis. “Reaksinya cepat sekali. Baru sekitar 10 menit selesai makan, murid dan guru langsung mual disertai muntah-muntah,”terang salah seorang guru SDN 15. 
Pantauan Radar Sulteng di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Undata Palu, puluhan murid SDN 15 dari kelas II sampai kelas VI memadati tempat tidur di UGD. Mereka tampak terbaring lemas. Beberapa korban di rumah sakit masih terlihat muntah-muntah. Selain lemas, beberapa murid tidak sadarkan diri. Karena padatnya di dalam ruang UGD, beberapa murid terpaksa dirawat di ruang depan (teras,red) UGD.
Tampak beberapa guru menemani murid yang keracunan terlihat sedikit panik, karena tidak menyangka kejadiannya sampai seperti itu. Orangtua murid juga sudah terlihat di UGD menemani anak-anak mereka. Guru SDN 15 yang keracunan makanan ikut dirawat bersama murid.
Berdasarkan data yang dihimpun, murid yang dirawat di UGD Undata berjumlah 21 orang. Sedangkan guru hanya satu orang Salah seorang murid SDN 15 yang jadi korban, Fauzia, menceritakan bahwa ia mendapatkan bungkusan makanan nasi kuning dari pembagian makanan oleh salah seorang teman mereka yang berulang tahun. Fauzia mengaku, hanya memakan beberapa sendok saja. Tidak lama kemudian, dia terasa sudah mual dan langsung melaporkannya kepada guru.
“Saya cuma makan dua sendok saja nasi kuningnya. Tidak lama begitu, saya sudah rasa pusing dengan muntah,” ujarnya sembari menahan muntah dengan wajah pucat.
Sedangkan salah seorang guru SDN 15 yang juga korban keracunan diketahui bernama Oce (45). Ia mengatakan, pada hari itu ia juga hanya makan beberapa sendok saja makanan yang dibagikan. Karena rasanya aneh dan tidak nyaman, ia memutuskan tidak menghabiskan makanan tersebut. Tidak lama kemudian, Once pun merasa mual, pusing disusul dengan  muntah-muntah. “Memang waktu saya makan, rasa nasi kuningnya sudah lain-lain. Seperti sudah amis. Makanya, saya tidak habis makan, hanya sekitar dua sendok. Pokoknya, semua yang makan nasi kuning keracunan,” katanya sembari menengadakan kepalanya ke atas karena pusing.
Salah seorang orangtua murid yang datang ke UGD, mengaku kaget ketika mendapat informasi dari guru bahwa anaknya bersama teman-temannya yang mengikuti kegiatan english camp, keracunan makanan dan sudah dirawat di Undata. Mendapat informasi itu, ia bergegas mendatangi rumah sakit.
“Saya sudah dapat anak saya lemas begini dan sudah diinpus tangannya. Sekarang masih lemas dan tertidur. Dari tadi muntah-mutah,” ujar seorang ibu berjilbab, sambil mengusap kepala anaknya yang terbaring lemas.
Wakil Kepala SDN 15, Anton, yang mendampingi korban keracunan di UGD Undata saat dikonfirmasi membenarkan, sebelum keracunan massal menimpa murid SDN 15 yang mengikuti english camp, Sabtu siang itu sekitar pukul 12.00 salah seorang muridnya kebetulan  berulang tahun. Ada puluhan bungkus nasi kuning dikirim dari pesta ulang tahun ke sekolah, untuk dibagikan kepada semua perserta dan guru-guru.
Setelah beberapa menit mengonsumsi makanan pembagian, muridnya pusing, mual sampai ada yang muntah-muntah. Melihat ada gejala keracunan, seluruh murid dan guru dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Kebetulan yang keracunan ada kegiatan kemping di sekolah,”terangnya.
Terpisah, pihak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu melalui Kepala Seksi Penyuluhan dan Informasi, Drs M Jabbar Apt, dikonfirmasi via ponsel terkait kasus itu mengaku, telah mendapat laporan soal kejadian tersebut. Bahkan, sekitar pukul 17.00 hari Sabtu lalu, BPOM Palu telah menerima sampel makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan. Sampel makanan akan dilakukan pengujian di laboratorium.
“Sore sekitar pukul 17.00 hari itu, ada beberapa guru membawa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan. Kami sudah terima dan akan dilakukan uji laboratorium dulu, untuk mengetahui penyebab keracunannya, apakah karena bakteri atau apa. Hasilnya ditunggu saja dulu,” terang Jabbar.   (ron/cr1)
Edisi Radar Sulteng
  • Sabtu, 20 Desember 2014
Search
Latest Guestbook
Copyright @ 2011 Media Link. All Rights Reserved.